Panduan Penyusunan Usulan PTK

LAMPIRAN 6

PANDUAN PENYUSUNAN USULAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

(CLASSROOM ACTION RESEARCH[1])

  1. 1. Latar Belakang

Peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai melalui berbagai cara, antara lain: melalui peningkatan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan lainnya, pelatihan dan pendidikan, atau dengan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran dan non pembelajaran secara profesional lewat penelitian tindakan secara terkendali. Upaya meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi saat menjalankan tugasnya akan memberi dampak positif ganda. Pertama, kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan yang nyata akan semakin meningkat. Kedua, penyelesaian masalah pendidikan dan pembelajaran melalui sebuah investigasi terkendali akan dapat meningkatkan kualitas isi, masukan, proses, dan hasil belajar. Dan ketiga, peningkatan kedua kemampuan tadi akan bermuara pada peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.

Upaya peningkatan kemampuan meneliti di masa lalu cenderung dirancang dengan pendekatan research-development-dissemination (RDD). Pendekatan ini lebih menekankan perencanaan penelitian yang bersifat top-down dan bersifat teoritis akademik. Paradigma demikian dirasakan tidak sesuai lagi dengan perkembangan pemikiran baru, khususnya  Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MMBS). Pendekatan MMBS menitikberatkan pada upaya perbaikan mutu yang inisiatifnya berasal dari motivasi internal pendidik dan tenaga kependidikan itu sendiri (an effort to internally initiate endeavors for quality improvement), dan bersifat pragmatis naturalistik.

MMBS mengisyaratkan pula adanya kemitraan antar jenjang dan jenis pendidikan, baik yang bersifat praktis maupun dalam tataran konsep. Kebutuhan akan kemitraan yang sehat dan produktif, yang dikembangkan atas prinsip kesetaraan di antara pihak-pihak terkait sudah sangat mendesak. Kemitraan yang sehat antara LPTK dan sekolah adalah sesuatu yang penting, lebih-lebih lagi dalam era otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan. Penelitianpun hendaknya dikelola berdasarkan atas  dasar kemitraan yang sehat (kolaboratif), sehingga kedua belah pihak dapat memetik manfaat secara timbal balik (reciprocity of benefits).

Melalui Penelitian Berbasis Tindakan (PBT) masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran dapat dikaji, ditingkatkan dan dituntaskan, sehingga proses pendidikan dan pembelajaran yang inovatif dan ketercapaian tujuan pendidikan, dapat diaktualisasikan secara sistematis. Upaya PBT diharapkan dapat menciptakan sebuah budaya belajar (learning culture) di kalangan dosen di LPTK, dan guru-siswa di sekolah. PTK manawarkan peluang sebagai strategi pengembangan kinerja, sebab pendekatan penelitian ini menempatkan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya sebagai peneliti, sebagai agen perubahan yang pola kerjanya bersifat kolaboratif (collaborative).

  1. 2. Tujuan
  2. Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah;
  3. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas;
  4. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan;
  5. Menumbuh-kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah dan LPTK, sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan (sustainable);
  6. Meningkatkan keterampilan pendidik dan tenaga kependidikan khususnya di sekolah dalam melakukan PBT;
  7. Meningkatkan kerjasama profesional di antara pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah dan LPTK.

  1. 3. Bidang Kajian  Penelitian
  2. Masalah belajar siswa sekolah (termasuk di dalam tema ini, antara lain: masalah belajar di kelas, kesalahan-kesalahan pembelajaran, miskonsepsi, dan sebagainya);
  3. Desain dan strategi pembelajaran di kelas (termasuk dalam tema ini, antara lain: masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran, implementasi dan inovasi dalam  metode pembelajaran, interaksi di dalam kelas, dan sebagainya);
  4. Alat bantu, media, dan sumber belajar (termasuk dalam tema ini, antara lain: masalah penggunaan media, perpustakaan, dan sumber belajar di dalam/luar kelas, dan sebagainya);
  5. Sistem evaluasi (termasuk dalam tema ini, antara lain: masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran, pengembangan instrumen evaluasi berbasis kompetensi, dan sebagainya);
  6. Masalah kurikulum (termasuk dalam tema ini, antara lain: masalah implementasi KBK, interaksi guru-siswa, siswa-bahan abelajar, dan lingkungan pembelajaran, dan sebagainya.

  1. 4. Luaran Penelitian

Luaran umum yang diharapkan dihasilkan dari PBT adalah sebuah peningkatan atau perbaikan (improvement and theraphy), antara lain:

  1. Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar siswa di sekolah;
  2. Peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran di kelas;
  3. Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media, alat bantu belajar, dan sumber belajar lainnya;
  4. Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas  prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa;
  5. Peningkatan atau perbaikan terhadap masalah-masalah pendidikan anak di sekolah;
  6. Peningkatan dan perbaikan terhadap kualitas penerapan KBK dan kompetensi siswa di sekolah.

  1. 5. Pengusul Penelitian

Semua dosen LPTK negeri maupun swasta dari semua program studi yang berkolaborasi dengan guru (SD,SMP, SMA, SMK) di sekolah dapat mengusulkan penelitiannya. Para dosen LPTK yang sedang terikat Kontrak Kerja Penelitian dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Menristek tidak diperkenankan mengajukan usulan penelitian ini.

Masalah penelitian harus digali atau didiagnosis secara sistematis dari masalah yang nyata dihadapi oleh guru dan/atau siswa di sekolah. Masalah penelitian bukan dihasilkan dari kajian akademik atau dari hasil penelitian terdahulu semata-mata. Penelitian ini bersifat kolaboratif, dalam pengertian usulan harus secara jelas menggambarkan peranan dan intensitas masing-masing anggota peneliti pada setiap kegiatan penelitian yang dilakukan.

  1. 6. Jangka waktu dan Biaya Penelitian

Usulan penelitian disusun untuk kegiatan selama 10 bulan. Biaya penelitian untuk setiap usulan maksimum Rp.8.000.000,00 (Delapan juta rupiah), yang rinciannya terdiri dari:

  1. Honorarium Ketua Peneliti dan anggota (tidak melebihi dari 30% total biaya usulan);
  2. Biaya operasional kegiatan penelitian di sekolah (minimal 30% dari total biaya);
  3. Biaya perjalanan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan, termasuk biaya perjalanan anggota peneliti ke tempat di mana monitoring dilakukan;
  4. Lain-lain pengeluaran (laporan, photocopy, dan lainnya).

  1. 7. Kriteria Seleksi

Usulan penelitian akan diseleksi secara ketat oleh Tim Pakar dari perguruan tinggi atau institusi yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Kriteria evaluasi terhadap usulan penelitian mencakup:

  1. Perumusan masalah (terutamanya: asal, relevansi , dan cakupan permasalahan dengan bobot penilaian sebesar 25);
  2. Cara Pemecahan Masalah (terutamanya: rancangan tindakan, dan kontekstualitas tindakan dengan bobot penilaian sebesar 25);
  3. Kemanfaatan Hasil Penelitian (terutamanya: potensi untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas isi, proses, masukan, atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan dengan bobot penilaian sebesar 10);
  4. Prosedur Penelitian (terutamanya: prosedur diagnosis masalah, perencanaan tindakan, prosedur observasi dan evaluasi, prosedur refleksi setelah hasil dengan bobot penilaian sebesar 30);
  5. Kegiatan Pendukung (terutamanya: jadwal penelitian, sarana pendukung pembelajaran yang digunakan, rincian tugas dan intensitas keterlibatan  masing-masing anggota penelitian dalam setiap kegiatan penelitian, dan kelayakan pembiayaan dengan bobot penilaian sebesar 10).

  1. 8. Pemantauan Pelaksanaan Penelitian

Pemantauan terhadap pelaksanaan penelitian akan dilakukan oleh Tim yang ditunjuk oleh DP3M, Dikti menjelang penulisan laporan akhir berakhir. Pelaksanaan pemantauan akan dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian masing-masing LPTK dan Kopertis sebagai penanggungjawab kontrak penelitian di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

  1. 9. Tata Cara Pengajuan Usulan Penelitian

9.1  Cara Pengajuan Usulan Penelitian

a). Diajukan lewat Lembaga Penelitian, diketahui oleh Kepala Sekolah ybs.

b) Jumlah anggota maksimal 2 (dua) orang dari LPTK dan 3 (tiga) orang dari guru

c) Masing-masing  LPTK boleh mengajukan 10 usulan (dengan seleksi di LPTK masing-masing kalau perlu).

9.2  Usulan dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dengan Cover warna COKLAT TUA dan dikirimkan ke DP3M, Dikti oleh masing-masing LPTK dan Kopertis.

9.3  Usulan penelitian harus sudah diterima di DP3M, Dikti paling lambat 27 Februari 2004  diketik dalam rangkap 3 (tiga) dengan kertas HVS ukuran kwarto dan fonts 12 bertipe Times New Roman.

COVER WARNA COKLAT TUA


CONTOH KULIT MUKA USULAN PENELITIAN

USULAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS


Logo

Perguruan Tinggi[2]

JUDUL PENELITIAN


USULAN PENELITIAN


Oleh:

………………………….[3]

FAKULTAS…………………………

INSTITUT/UNIVERSITAS…………

Bulan,Tahun

HALAMAN  PENGESAHAN

USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

(CLASSROOM ACTION RESEARCH)

1         Judul Penelitian
2. Ketua Peneliti

  1. Nama Lengkap dan Gelar
  2. Jenis Kelamin
  3. Pangkat dan Golongan dan NIP
  4. Fakultas/Jurusan
  5. Institut/Universitas
  6. Alamat / Email
3. Jumlah Anggota peneliti

……..  orang
4.   Lama Penelitian ………………..bulan/ dari bulan………..sampai bulan……………………..
5.   Biaya yang diperlukan

  1. Sumber dari Depdiknas
  2. Sumber lain, sebutkan…………….

Jumlah

Rp

Rp

Rp

(……………………………….)

……………………………………….

Mengetahui:

Dekan Fakultas………….
Ketua Peneliti,

Cap dan tanda tangan                                                                                                   Tanda tangan

(………………………..)                                                                  (……………………….)

NIP………………………..                                                         NIP………………………….

Menyetujui:

Ketua Lemlit/Koordinator Kopertis,

Cap dan tanda tangan

(…………………………………….)

NIP………………………………

SISTEMATIKA USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

(CLASSROOM ACTION RESEARCH)

  1. JUDUL PENELITIAN

Judul penelitian hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas mewakili gambaran tentang masalah yang akan diteliti dan tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan atau sebagai solusi terhadap masalah yang dihadapi

  1. BIDANG ILMU

Tuliskan bidang ilmu Ketua Peneliti berdasarkan Jurusan

  1. PENDAHULUAN

Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran. Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di sekolah dan diagnosis oleh guru dan/atau  tenaga kependidikan lainnya di sekolah. Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan, serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan waktu, biaya, dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Setelah didiagnosis (diidentifikasi) masalah penelitiannya, maka selanjutnya perlu diidentifikasi dan dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah tersebut. Penting juga digambarkan situasi kolaboratif antar anggota peneliti dalam mencari masalah dan akar penyebab munculnya masalah tersebut. Di samping itu, prosedur dan alat yang digunakan dalam melakukan identifikasi (inventarisasi) perlu dikemukakan secara jelas dan sistematis.

  1. PERUMUSAN MASALAH

Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian  tindakan kelas. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan diambil dan hasil positif yang diantisipasi.

  1. CARA PEMECAHAN MASALAH

Uraikan pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas. Cara pemecahan masalah telah menunjukkan akar penyebab permasalahan dan bentuk tindakan (action) yang ditunjang dengan data yang lengkap dan baik.

  1. TINJAUAN PUSTAKA

Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang dipahami sebagai acuan, yang dijadikan landasan untuk menunjukkan ketepatan tentang tindakan yang akan dilakukan dalam mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Pada bagian akhir dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan  tingkat keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi.

  1. TUJUAN PENELITIAN

Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dilakukan dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas, sehingga tampak keberhasilannya.

  1. KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN

Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran, sehingga tampak manfaatnya bagi siswa, guru, maupun komponen pendidikan di sekolah lainnya. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini.

  1. METODE PENELITIAN

Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan obyek, latar waktu dan lokasi penelitian secara jelas. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan-tindakan-observasi/evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklis. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan tingkat keberhasilan yang dicapai dalam satu siklus sebelum pindah ke siklus lainnya. Jumlah-jumlah siklus diusahakan lebih dari satu siklus, meskipun harus diingat juga jadwal kegiatan belajar di sekolah (cawu/semester)..

  1. JADWAL PENELITIAN

Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk bar chart. Jadwal kegiatan penelitian disusun selama 10 bulan.

  1. PERSONALIA PENELITIAN

Jumlah personalia penelitian maksimal 5 orang, yang terdiri dari: 1 orang Ketua Peneliti (dosen LPTK), 1 orang anggota peneliti (dosen LPTK), dan 3 orang guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah. Uraikan peran dan jumlah waktu yang digunakan dalam setiap bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan. Penelitian ini sekurang-kurangnya dilakukan oleh 2 orang peneliti, yaitu 1 orang sebagai Ketua Peneliti (dosen LPTK) dan 1 orang guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah. Rincilah nama peneliti, golongan, pangkat, jabatan, dan lembaga tempat tugas, sama seperti pada Lembar Pengesahan.

Lampiran-lampiran

  1. Daftar Pustaka, yang dituliskan secara konsisten menurut model APA, MLA atau Turabian.
  2. Riwayat Hidup Ketua Peneliti dan Anggota Peneliti (Cantumkan pengalaman penelitian yang relevan telah dihasilkan sampai saat ini )

LAPORAN AKHIR PENELITIAN TINDAKAN KELAS

LAPORAN PENELITIAN


Logo

Perguruan Tinggi

JUDUL PENELITIAN


Oleh:

………………………….*)

Dibiayai oleh: ……………………………………………………………………………

Dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Penelitian Nomor ……………………………………………………………………………

Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Departemen Pendidikan Nasional

FAKULTAS…………………………

INSTITUT/UNIVERSITAS…………

Bulan,Tahun

HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN AKHIR  PENELITIAN  TINDAKAN KELAS

(CLASSROOM ACTION RESEARCH)

  1. Judul Penelitian
2.      Ketua Peneliti

a. Nama Lengkap dan Gelar

b. Jenis Kelamin

c.  Pangkat dan Golongan dan NIP

d. Fakultas/Jurusan

e.  Institut/Universitas

f.  Alamat / Email

3. Jumlah Anggota peneliti

……..  orang
4.   Lama Penelitian ………………..bulan/ dari bulan………..sampai bulan……………………..
5.   Biaya yang diperlukan

  1. Sumber dari Depdiknas
  2. Sumber lain, sebutkan…………….

Jumlah

Rp

Rp

Rp

(……………………………….)

……………………………………….

Mengetahui:

Dekan Fakultas………….
Ketua Peneliti,

Cap dan tanda tangan                                                                                         Tanda tangan

(………………………..)                                                               (……………………….)

NIP………………………..                                                         NIP………………………….

Menyetujui:

Ketua Lemlit/Koordinator Kopertis,

Cap dan tanda tangan

(…………………………………….)

NIP………………………………



[1] Sumber: Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Ditjen Dikti, Depdiknas, 2004.

[2] Usulan untuk diajukan ke Dikti  ini memang dibuat oleh dosen Perguruan Tinggi yang  harus bekerja sama dengan guru. Masalah-masalah yang dihadapi oleh gurulah yang diangkat dalam penelitian ini. Oleh sebab itu, guru harus menjalin kerja sama dengan dosen perguruan tinggi sebagai mitra.

[3] Tuliskan semua nama pengusul (termasuk guru) lengkap dengan gelar akademik

1 thought on “Panduan Penyusunan Usulan PTK”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s