Jurnal Harian

LAMPIRAN 1

JURNAL HARlAN

Jurnal harian yang dispesifikkan di bawah ini bertujuan memfasilitasi perekam data observasi secara sistematis dan utuh dalam setiap episode pengamatan. Fakta-fakta yang terekam dibingkai dalam konteks, kemudian ditafsirkan dalam kerangka pikir yang lebih sempit yaitu konteks aktual pengamatan. Kemudian, rekaman itu diekstrapolasikan maknanya dalam cakupan kerangka pikir yang lebih luas, yakni tindakan perbaikan bagi PTK yang bersangkutan.

Jurnal harian serupa ini terdiri dan empat komponen, yaitu (i) konteks, (ii) rekaman fakta, (iii) makna-dari fakta yang terekam dalam pola pikir pembelajaran yang diobseryasi, dan (iv) keterterapan–dari apa yang teramati dilihat dan segi tujuan studi banding,

Berikut adalah contoh masukan sebuah jurnal harian.

1. Konteks

Dalam bagian ini dikemukan informasi pengenal yang penting , misalnya, tanggal, kelas, sekolah, dan mata pelajaran yang bersangkutan.

Contoh:

*                  Rabu, 3 Januari 2001

Sekolah Dasar Laboratorium Universitas Negeri Surabaya, Kota Surabaya, Kelas II, pukul 09.00-11.30

Guru:           Sambang, guru kelas II SD Laboratorium

2. Rekaman Fakta

Dalam bagian ini direkam fakta-fakta penting yang teramati misalnya stategi bertanya yang diterapkan guru, respon siswa menyambut pertanyaan guru, cara guru mengelola jawaban siswa, cara guru mengajukan pertanyaan pelacakan, cara guru mengelola aliran kegiatan, dan sebagainya.

Contoh:

Lingkungan kelas penuh dengan media belajar — kalender cetakan dan kalender buatan siswa, kantong koin untuk mengajarkan place value, sejumlah sedotan. kertas karton ukuran plano yang berisi cacah jumlah hari yang telah terlewati sejak hari pertama sekolah, berbagai buku untuk kelas I gambar- gambar, peta globe, dan sebagainya.

•     Pendekatan yang digunakan sangat bervariasi mulai dengan yang tradisional (begitu siswa masuk guru memberi perintah: duduk tenang, tangan dilipat di atas meja, dan tutup mulut, mata memandang ke depan kelas) s.d. yang modern yaitu diteruskan dengan memastikan hari ini (hari ini adalah hari … kemarin adalah hari . … Dan besok hari ….). Setelah itu, seorang siswa ditugasi ke depan untuk mengisi tanggal hari ini dalam kalender buatan siswa, diteruskan dengan menghitung jumlah hari sekolah yang telah dijalani. Masalah menjadi agak rumit ketika ternyata ada liburan sekolah yang berhubungan dengan bulan Ramadan, Natal, dan tahun baru sehingga pelajaran berubah menjadi pelajaran berhitung yang sangat dekat dengan pengalaman para siswa.

•     Cerita mengenai binatang peliharaan, dalam tema binatang kesayangan yang dihubungkan dengan kurikulum lokal yang nampaknya pernah menjadi topik pada hari sebelumnya. Pengalaman yang dimunculkan melalui tema itui membuat pelajaran bahasa yang terintegrasi (para siswa secara bergiliran menunjukkan foto binatang peliharan yang dimiliki, bercerita mengenai namanya dan siswa di suruh mencoba menuliskannya di papan tulis, dari mana binatang tersebut di peroleh, apa makananya, apakah pernah sakit, diapakan kalau sakit, apa saja kehebatannya, mengapa mereka sayang kepada binatang peliharaannya, dsb.).

•         Cerita-cerita tersebut diabadikan oleh guru dalam kertas karton, dan sambil menuliskan kata-kata dan kalimat-kalimat tersebut, guru melibatkan para siswa dalam kegiatan berbicara, menyimak, membaca, dan menulis. Kelihatan betul bahwa untuk mengeja nama seokor anjing para siswa mengalami berbagai kesulitan kanena proses penulisannya penuh berbagai keputusan yang mana suka sesuai dengan kaidah penulisan dan pengucapan dalam bahasa Indonesia.

•         Seseorang bisa ditugasi mengantarkan sesuatu kepada kepala sekolah. Agar dapat dengan mudah dapat dipantau oleh guru piket apakah siswa yang keluar kelasnya itu tengah bentugas atau sedang bermain-main, mereka diberi semacam surat keterangan berupa sebuah anak kunci raksasa yang terbuat dari kayu.

3. Makna Fakta dalam Konteks

Dalam bagian ini dilakukan pemaknaan terhadap fakta-fakta yang teramati, misalnya dalam kerangka pikir pengaktifan siswa dalam episode pembelajaran yang bersangkutan.

Contoh:

•         Pelaksananan KBM benar-benar menampilkan pembelajaran yang terintengrasi, sesuai dengan kebutuhan siswa-siswa awal. Pelajaran berbicara, menyimak, membaca, dan menulis di samping berhitung dan mengenal lingkungan, benar-­benar tetah menyatu, baik sebagai hasil rekayasa lingkungan maupun pengelolaan berbagai kegiatan.

•         Pelajaran membaca dalam bahasa Indonesia benar-benar merupakan semacam mimpi buruk bagi kebanyakan siswa karena penuh dengan berbagai aturan yang tidak beraturan.

4.   Keterterapan (dalam kerangka pikir pembelajaran kelas-kelas awal kasus ini, dan dalam kerangka pikir tindakan perbaikan dalam kasus PTK kelak)

Implikasi dari makna fakta yang ditafsirkan dalam butir 3 diekstrapolasikan dengan melihat “jarak konseptual “yang terdapat antara apa yang tengah terjadi dengan apa yang diharapkan terjadi sesuai dengan kerangka pikir perbaikan yang memandu siklus PTK yang bersangkutan.

Tidak terlalu sulit untuk melihat bahwa pensrukturan jurnal harian ini telah terpolakan sesuai dengan kebutuhan untuk melakukan refleksi dalam rangka PTK sebab secara akumulatif, implikasi dari temuan sejumlah siklus tindakan, telah siap terpapar untuk direfleksikan dengan kerangka pikir tindakan perbaikan yang lebih utuh.

Contoh:

•   Kekayaan lingkungan fisik ruangan kelas I ini benar-benar perlu diperhatikan oleh para pendidik/guru SD di tanah air sebab sangat berlawanan dengan kegersangan lingkungan belajar yang masih lebih menggejala. Tampaknya kekayaan lingkungan belajar yang mendidik inilah yang dicontoh oleh almarhumah Soepartinah Pakasi, yang nasanya berbeda dari filosofi pajangan hasil karya siswa ala SPP-CBSA Cianjur.

Catatan akhir:  Agar benar-benar memperoleh manfaat yang maksimal, penyusunan jumal seyogyanya tidak ditunda-tunda lebih dari 1–2 hari setelah kunjungan

1 thought on “Jurnal Harian”

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.