Contoh Abstrak Laporan PTK

LAMPIRAN 8

Contoh Abstrak Laporan Penelitian Tindakan Kelas

A.  UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN VARIASI MENGAJAR BAGI GURU MUDA BAHASA INDONESIA DI SLTPN 17 PALEMBANG MELALUI VALIDASI TEMAN SEJAWAT (VTS)

Oleh:     Zahra Alwi dan Siti Saipely

1.   Masalah

a.   Apakah hubungan kerja sama antara guru muda dengan guru senior di SLTPN 17 Palembang dapat dibina/ditingkatkan melalui VTS?

b.   Apakah keterampilan guru khususnya keterampilan guru muda bidang studi bahasa Indonesia dalam mengadakan variasi mengajar di SLTPN 17 Palembang dapat ditingkatkan melalui VTS?

2.   Tujuan

a.   Guru muda bidang studi bahasa Indonesia dapat menjalin kerja sama dengan guru senior sehingga tidak ada lagi jurang pemisah di antara mereka.

b. Guru muda bidang studi bahasa Indonesia dapat meningkatkan keterampilan mengadakan vaniasi dalam proses belajar mengajar.

c.   Melalui penelitian ini dapat dihasilkan panduan formal (format pemantauan) untuk menganiati keterampilan guru muda mengadakan variasi dalam proses belajar mengajar dengan VTS.

3. Prosedur

PTK ini dilakukan dalam tiga siklus sebagai berikut.

Siklus pertama:

a.   Guru bersama dosen memahami VTS.

b.Guru bersama dosen mengidentifikasi masalah.

c. Menyusun format panduan pemantauan sesuai dengan masalah.

d. Pelaksanaan PBM dan pemantauan.

e. Konfirmasi dan diskusi hasil penelitian.

f . Evaluasi dan refleksi.

Karena hasil siklus pertama belum memuaskan, dilanjutkan dengan siklus kedua dengan mengadakan perbaikan perencanaan dan tindakan pada siklus pertama.

Siklus kedua juga belum membuahkan hasil yang baik. Oleh sebab itu, penelitian dilanjutkan dengan siklus ketiga dengan mengadakan perbaikan pada perencanaan dan tindakan.

4. Signifikansi Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini bermanfaat bagi guru muda, guru senior, sekolah, dan FKIP

UNSRI

5. Hasil Penelitian

Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah siklus ketiga hampir semua aspek keterampilan mengadakan variasi dilaksanakan oleh guru, kecuali penggunaan variasi suara, jalinan kerja sama antara guru muda dan guru senior sudah baik. Pada akhir siklus ketiga sudah dihasilkan format pemantauan.

Disarankan agar penelitian sejenis dilakukan untuk bidang studi yang lain dan kepada guru yang terlibat disarankan menularkan apa yang telah dilakukan kepada guru lain.

B.  UPAYA MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN KALIMAT BAHASA INDONESIA PADA SISWA SMU 3 KUPANG DENGAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF

Oleh:    Sandi Maryanto

1.  Masalah

Apakah dengan pendekatan komunikatif kemampuan berbahasa Indonesia siswa dapat ditingkatkan?

2. Tujuan

a.  Agar guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMU Negeri 3 Kupang dapat melakukan tindak-tindak perbaikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan pendekatan komunikatif.

b.  Mendeskripsikan efektivitas hasil belajar siswa setelah dilakukan tindakan perbaikan guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMUN 3 Kupang dengan pendekatan komunikatif.

3.  Prosedur

a.  Persiapan tindakan

b.  Implementasi tindakan

c.  Pemantauan dan evaluasi

d.  Analisis dan refleksi

4.  Signifikansi Hasil Penelitian

Manfaat yang dapat dipetik dari penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut.

a.  Meningkatkan kemampuan guru mata pelajaran bahasa Indonesia dalam menerapkan pendekatan komunikatif dalam PBM di SMUN 3 Kupang.

b.  Mempengaruhi guru-guru lainnya dalam penerapan konsep-konsep pelajaran berdasarkan kurikulum 1994.

c.  Memberikan kemungkinan terhadap guru yang aktif dan kreatif untuk menemukan model-model pembelajaran yang efektif.

d. Memberikan kontribusi positif terhadap pemerintah dalam hal ini Depdiknas dalam rangka upaya meningkatkan mutu pendidikan dengan menggunakan pendekatan pelajaran yang inovatif.

5. Hasil Penelitian

Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran kalimat bahasa Indonesia pada siswa SMUN 3 Kupang dapat meningkatkan hash belajar siswa.

6. Saran

a.   Dalam pembelajaran kalimat dengan pendekatan komunikatif sedapat mungkin guru mendorong murid untuk lebih dapat belajar mandiri sehingga ketergantungan murid terhadap guru dapat berkurang.

b.  Penggunaan langkah-langkah kegiatan pembelajaran perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi murid.

LAMPIRAN 9

CONTOH RINGKASAN LAPORAN PTK

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS SISWA KELAS II A SLTP NEGERI SIDOARJO DENGAN PERMAINAN BAHASA

Oleh:  Lies Amin Lestari

1. Latar Belakang

Pengajaran bahasa Inggris di Indonesia dianggap tidak berhasil. Faktor penyebabnya di antaranya adalah (1) terbatasnya waktu; (2) jumlah siswa dalam kelas yang terlalu besar, (3) mahalnya sarana dan prasarana, (4) situasi sosial yang tidak kondusif.

Salah satu usaha untuk mengatasi kegagalan itu adalah mengefektiFkan suasana pembelajaran bahasa Inggris di kelas dengan jalan mereformasi proses pembelajaran di kelas. Belajar tidak harus tegang dan terlalu serius. Perlu diciptakan suasana yang menggembirakan. Permainan bahasa mempakan salah satu cara untuk mencairkan suasana kelas yang terlalu kaku dan formal.

2.  Masalah

Keterampilan berbicara siswa kelas II B SLTP Negeri 6 Sidoarjo masih kurang.

Anak-anak masih sangat sukar untuk dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris meskipun menyangkut hal-hal atau kehidupan sehari-hari.

3. Tindakan yang Dipilih

Untuk mengatasi kekuranglancaran berbicara dalam bahasa Inggris itu, dapat diusahakan permainan bahasa khususnya untuk berbicara. Permainan bahasa yang dipilih ialah permainan bahasa yang dapat menanggulangi keengganan siswa berbicara dalam bahasa Inggris; yang memberikan konteks bermakna untuk penggunaan fungsi bahasa yang disesuaikan dengan tema yang diajarkan; yang dapat dimainkan di kelas besar; yang tidak memerlukan mobilitas yang tinggi.

4. Tujuan  Penelitian.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam bahasa Inggris dengan permainan bahasa.

5. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi guru bahasa lnggris sebagai bahan acuan. Bagi penerbit dan penulis buku ajar, penelitian ini dapat menjadi sumber pemikiran untuk memasukkan unsur permainan bahasa dalam buku ajar. Bagi pengembang kurikulum, penelitian ini dapat menjadi acuan untuk pengembangan kurikuium bahasa Inggris.

6. Prosedur Penelitian Tindakan

a. Latar (setting) Penelitian

Penelitian ini dilakukan di kelas I B SLTP Negeri Sidoarjo. Penelitian dilakukan di kelas I B pada catur wulan kedua dan ketiga.

b. Prosedur

I) Persiapan tindakan

Mengkaji GBPP dan menyusun permainan bahasa untuk pengajaran berbicara dalam bahasa Inggris. Untuk topik berbelanja, disusun permainan bahasa shopping around. Nama toko disesuaikan dengan nama toko di Sidoarjo. Mata uang diganti dengan rupiah.

Untuk siklus kedua dengan tema kegemaran, digunakan permainan bahasa habbits and hobbies. Pada permainan jenis ini tiap siswa memiliki peran tertentu dan memiliki kartu peran dan dapat menemukan hobi mereka berdasarkan informasi pada kartunya. Yang mereka lakukan adalah menanyakan hobi teman-teman mereka dan kapan hobi itu dikerjakannya.

2) Tindakan

Pada siklus satu diterapkan permainan shopping around di kelas. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil lima sampai dengan delapan orang. Ada yang berperan sehagai penjaga toko dan ada yang berperan sebagai pembeli. Tiap-tiap peran mempunyai kartu peran dan dafiar tugas mereka dalam permainan tersebut. Guru bersama peneliti melaksanakan proses pembelajaran bersama dan secara bersama pula mengadakan observasi dan membuat catatan lapangan.

3)  Pemantauan dan Evaluasi

Selama proses pembelajaran berlangsung peneliti bersama guru kelas mengadakan observasi dan membuat catatan lapangan.

4) Analisis dan Refleksi

Hasil pengamatan dan catatan lapangan dianalisis. Hasilnya menunjukkan bahwa permainan itu cukup menarik, tetapi pengorganisasiannya perlu ditingkatkan supaya lebih rapi dan dapat berjalan mulus. Masih banyak hal yang tersendat-sendat karena siswa juga masih belum memahami benar hakikat permainan bahasa ini. Perlu penjelasan secara lebih baik tentang hakikat permainannya.

Berdasarkan basil refleksi tersebut disusunlah rencana untuk siklus kedua dengan perbaikan perencanaan dan pelaksanaan permainan bahasa dengan tema kegemaran dengan menggunakan permainan habbits and hobbies. Hasilnya diterapkan, diobservasi, dan direfleksi. Siklus kedua temyata sudah membawa hasil baik.

5. Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan bahasa shopping around dan habbits and hobbies dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran bahasa lnggris, khususnya dalam pelajaran berbicara dan dapat meningkatkan keberanian siswa untuk herbicara dalam bahasa Inggris. Kemampuan berbicara mereka juga meningkat.

6. Saran

a.   Guru selayaknya menggunakan permainan bahasa dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya untuk berbicara.

b.   Bentuk permainan bahasa supaya disesuaikan dengan topik dan tema serta keterampilan yang diajarkan.

c.   Untuk menciptakan permainan bahasa yang menarik, guru dapat berkolaborasi dengan guru lain atau dosen perguruan tinggi.

1 thought on “Contoh Abstrak Laporan PTK”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.